Sinopsis Ananta (2018) Indonesia

Ananta (2018) - Film drama adaptasi dari Indonesia dengan jadwal tayang 3 Mei 2018. Disutradarai oleh Rizki Balki (A: Aku Benci dan Cinta), ditulis oleh Alim Sudio, Risa Saraswati. Pemain utama dibintangi Michelle Ziudith, Fero walandouw, Nino Fernandez.



Film ini merupakan hasil adaptasi dari sebuah novel berjudul Ananta Prahadi karya Risa Saraswati.

Dikutip dari goodreads:
Aku Tania, perempuan biasa... tapi mereka bilang aku ini Alien. Aku perempuan yang suka tertawa tapi mereka bilang aku Monster. Aku perempuan bahagia, namun memang seringnya kebahagianku membuat mereka semua menderita. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri, sesulit itukah mewujudkan keinginanku ini?

Nama saya Ananta Prahadi, panggil saja Anta. Hobi bersih-bersih rumah, makan Lontong Kari, dan sangat menjunjung tinggi pelestarian makhluk langka. Jangan heran, kalau saya suka berada disisi makhluk langka. Makhluk langka yang saya jaga sekarang merupakan species terakhir perempuan unik yang ada di dunia ini?

Saya Pierre, hmm... saya harus bilang apa?

Seperti apa hasil review di laman situs goodreads? sangat bervariasi. Dari star 1 hingga full star. Saya coba tuliskan inti dari salah satunya ya. Katanya, buku ini agak klise, mungkin karena mengangkat kisah-kisah cinta anak remaja zaman sekarang, persahabatan, dramatisasi dalam keluarga dan hal lain. Jika benar demikian, maka kita akan melihat si Tania, gadis yang sangat mengesalkan, berkebalikan dengan Ananta, remaja yang sepertinya mampu mengimbangi sifat buruk Tania. Lalu ada pria lain bernama Pierre yang sangat naksir kepada Tania dari pandangan pertama.

Mungkin saja penulis memang sengaja menyusun buku novel ini sebagai bacaan bagi para remaja, jadi tidak ditujukan bagi semua khayalak pembaca. Bagaimana jika diangkat ke layar lebar? Ya tentunya harus menonton film Ananta.

Sinopsis Ananta (2018)

Tania itu adalah gadis yang penuh dengan inspirasi (khayalan tepatnya), yang selalu berusaha melukiskan semua pemikirannya di atas kanvas. Dia adalah wanita yang antisosial, mirip dengan banyak tipikal gadis zaman now, yang juga suka melawan (baca: memberontak). Ananta adalah seorang remaja laki-laki yang menjadi obyek kegalauan Tania, sering diperlakukan sesuka hati Tania, bahkan dihina olehnya. Entah mengapa, Ananta tetap saja bertahan menemani sahabat cantiknya itu. Lalu muncullah Pierre, seorang pria lain yang dikenalkan oleh Ananta kepada Tania. Tampan, tentu saja. Sepertinya mampu meluluhkan Tania yang keras kepala, dan memang, berhasil hingga sikap kebiasaan Tania kini sudah hilang. Dia telah berubah. Namun, dalam proses perubahan bersama Pierre itu pula, Ananta perlahan-lahan mundur dengan teratur. Menghilang... Mendadak, Tania menyadari bahwa tak ada lagi Ananta. Dia begitu merindukan Ananta, pria yang sering diperlakukannya sesuka hati, namun tetap menemaninya dengan baik.

Mungkinkah Ananta menyimpan cinta di dalam hatinya?



Kalau kalian pernah menonton Notting Hill yang dibintangi oleh Julia Roberts dan Hugh Grant, kira-kira seperti inilah kisah mereka. Bedanya, mereka masing-masing bersikap dewasa (karena memang sudah dewasa). Ketika itu, Hugh Grant harus mundur teratur dari wanita yang dicintainya, Julia Roberts, akibat tak mampu mengimbangi pergaulan kelas atas yang selalu harus dihadiri oleh wanita itu. Lalu dengan apa Hugh Grant membuktikan cintanya? Tonton aja Notting Hill, pasti mewek. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel