Sinopsis Teman tapi Menikah (2018) Indonesia

Teman tapi Menikah (2018) - Film drama Indonesia dengan jadwal tayang perdana 28 Maret 2018, durasi 1 jam 42 menit. Merupakan hasil adaptasi dari sebuah buku dengan judul yang sama, sebuah kisah persahabatan antara Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion. Diproduksi oleh Falcon Pictures.



Disutradarai Rako Prijanto, ditulis Johanna Wattimena, Upi, Ayudia Bing Slamet, Ditto Percussion. Pemain utama dibintangi Adipati Dolken, Vanesha Prescilla.

Rako Prijanto juga dikenal menggarap film Terjebak Nostalgia, Bangkit, 3 Nafas Likas, Sang Kiai, Malaikat Tanpa Sayap, Perempuan-perempuan Liar, Roman Picisan, Penganten Sunat, Benci Disko, Maling Kutang.

Pemeran

Adipati Dolken as Ditto
Vanesha Prescilla as Ayudia Bing Slamet
Cut Beby Tshabina
Denira Wiraguna
Diandra Agatha
Rendi John

Sinopsis Teman tapi Menikah (2018)

Seperti apa persahabatan mereka? Sejak pertama kali pertemuan mereka, entah mengapa, Ditto begitu suka kepada Ayu. Namun yang pasti, sepertinya rasa suka itu disebabkan oleh gaya yang simpel, cuek dan santai yang selalu menjadi gaya harian Ayu. Meski suka yang mulai berujung pada rasa cinta, tetap saja, hingga lebih dari satu dekade persahabatan, Ditto tak mampu keluar dari lingkaran pertemanan kepada Ayu.

Bagi Ayu, Ditto adalah sahabat terbaik, teman untuk segala situasi, termasuk tempat untuk curhat, dan selalu ingin agar Ditto menjadi pendengar yang baik dan berada di dekatnya, tetapi bukan sebagai pacar.

Betapa kesalnya hati Ditto ketika suatu ketika, Ayu bercerita kepadanya tentang rencananya akan menikah dengan pacarnya, seorang pria yang jauh dari pada dirinya. Kini, Ditto harus mampu mengambil keputusan terberatnya, memilih untuk menyatakan perasaan cinta yang telah disimpannya bertahun-tahun, atau merelakan Ayu untuk menjadi sahabat seumur hidupnya.

Hmmm.. kisah dalam film ini begitu mengena saudara-saudara sekalian. Terkadang kita memiliki perasaan seperti ini terhadap seseorang, yang bahkan seringkali tak mampu mengambil keputusan dan akhirnya melepasnya begitu saja, meski sebenarnya kita tak rela dan menjadi penyesalan seumur hidup. Meski belum menonton, membaca alurnya sudah bisa dibayangkan bagaimana jalannya film ini. Namun sepertinya film ini berakhir dengan happy ending sesuai judulnya ada pernikahan.

Akan lebih mendebarkan lagi jika si Ayu diberi kesempatan untuk menikah dengan pria pujaannya, lalu ada masalah yang muncul dan begitu berat, yang memaksanya untuk berpisah sebelum pernikahan berlangsung, kemudian curhat kembali kepada Ditto sahabatnya yang sudah pergi ke kota lain - dan itulah menjadi waktu yang tepat bagi Ditto untuk merebut cinta seumur hidupnya, mengajaknya pergi untuk menggapai kebahagiaan.

Rekomendasi buat kalian.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel