Sinopsis The Force (2019)

The Force (2019) - Film laga thriller dengan jadwal tayang yang masih dalam pembicaraan oleh produser Shane Salerno, Ridley Scott dan Kevin Walsh. Disutradarai oleh James Mangold, ditulis oleh David Mamet dan Scott Frank. Diproduksi oleh Scott Free Productions (Death Wish) dan dijual oleh 20th Century Fox.

Ridley Scott


Scott Free Productions juga menggarap film The Aftermath serta The Burning Woman dan kabarnya sedang dalam pembicaraan pembuatan film Reykjavik.

Tak hanya itu, ada 28 judul saat ini yang akan diumumkan oleh perusahaan milik Ridley Scott ini. Berikut ini adalah film-film tersebut: A Conspiracy of Paper, Brave New World, Chippendale, Claire, Dying to be Me, Gucci, Lucky Strike, Narco Sub, Nemesis, Postdamer Platz, Red Riding, The Battle of Britain, The Beast Is An Animal, The Bengali Detective, The Cartel, The Color of Lighting, The Day Britain Stopped, The Devil in the Kitchen, The Earthquake Bird, The Force, The Hunger, The Magic Castle, The Pillars of the Earth, The Wild Bunch, Timeless, Town House, Wool, Wraiths of the Broken Land.

Film ini didasari oleh sebuah novel tentang polisi korup di kesatuan NYPD karya Don Winslow (The Cartel).

Sinopsis The Force (2019)

Bercerita tentang detektif kepolisian korup dalam unit reserse kriminal paling disegani di Polda New York. Sersan Denny Malone dipaksa untuk memilih antara keluarganya, rekan-rekannya dan hidupnya.

Untuk menghentikan ketegangan berbau rasial yang hampir meledakkan kota itu, ia harus bisa mendamaikan dirinya dengan anggapan bahwa ia akan menjadi seorang polisi korup. Dia kemudian merasakan serangan dari segala sisi: geng narkoba di Harlem, mafia di sekelilingnya, saudaranya polisi lain yang ingin dihancurkannya, kantor walikota yang khawatir tentang apa yang ia ketahui, penyidik federal yang tanpa henti ingin menempatkan dirinya dibalik jeruji, tetapi, sebagian besar, adalah kejahatan dari dalam dirinya sendiri.


Plot (versi novel)

Satu-satunya hal yang diinginkan oleh Denny Malone adalah ingin menjadi seorang polisi yan gbaik. Dia adalah "Raja Manhattan Utara", seorang sersan detektif NYPD yang juga adalah pemimpin "Da Force". Malone dan anggotanya adalah unit khusus yang paling cerdas, paling keras, tercepat, paling berani dan diklaim sebagai unit paling hebat di kesatuannya yang diberikan kekuatan elit untuk melawan para gangster, narkoba dan senjata.

Setiap hari dan setiap malam selama delapan belas tahun terakhir, ia telah menghabiskan waktu untuk "Bekerja", Malone telah bertugas di garis depan, menyaksikan rasa sakit, kematian, para korban, dan para pelaku. Dia akan melakukan segala cara untuk melayani dan melindungi kota yang dibuang oleh ambisi dan korupsi. ketika tidak satupun orang yang bersih.

Beberapa hal yang kini kita ketahui dari Denny Malone adalah dia juga pemain kotor: dia dan rekan-rekannya telah mencuri jutaan dolar berupa uang dan narkoba di tengah merebaknya perdagangan heroin dalam sejarah kota itu.

Saat ini Malone terjebak dalam perangkap yang sedang disebar oleh FBI, dan ia harus berjalan diantara garis tipis antara mengkhianati saudara-saudara dan mitranya. Pekerjaan, keluarga dan wanita yang ia cintai, mencoba bertahan, baik jiwa dan raga, ketika kota itu diguncang oleh kekacauan akibat masalah rasial yang bisa saja akan menghancurkan semuanya.

Novel hebat tentang polisi ini bercerita tentang dunia kita saat ini, kisah yang dihantui oleh keserakahan, kekerasan, ketidakadilan dan masalah rasial, kejahatan, pembalasan dan penebusan, kiash yang mengungkapkan ketegangan hebat yang tampaknya tak bisa diatasi oleh para polisi dan warga yang datang dari latar belakang yang berbeda.

Potret yang menggambarkan sebuah kota yang sedang berada di tepi jurang dan seorang pria pemberani, berjiwa pahlawan namun sangat cacat berdiri dan berusaha menghentikannya. Sebuah pesan moral yang kompleks dan mengangkat isu-isu kontroversial yang ada dalam masyarakat Amerika modern dan apa yang kita hadapi saat ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel