Carnada

Carnada

Sinopsis Carnada, film true story thriller drama yang masuk dalam kategori black list kini dinaikkan kembali, dengan skenario ditulis oleh Katharine Werner, bercerita tentang krisis misil Kuba. Entah kenapa skrip ini masuk daftar hitam, sementara kalau diperhatikan, skenario film-film yang lebih parah bahkan sudah tayang dimana-mana. Kita lihat saja nanti seperti apa sebenarnya dibalik kisah tersebut.


Diangkat dari kejadian nyata tentang merebaknya krisis misil Kuba, seorang agen muda CIA ditugaskan ke kantor lapangan di Miami untuk menjadi petugas dalam kasus tersebut atas tawaran bantuan dari duta besar Kuba untuk mengeliminasi Fidel Castro.

***

Tahun 1962, penempatan misil-misil Soviet di Kuba, yang menjadi ancaman bagi Amerika Serikat dan Kanada, membawa dunia ke ujung perang nuklir. Meski tentara Kanada telah diposisikan dalam situasi darurat, Perdana Menteri Joohn Diefenbaker enggan untuk merespon krisis tersebut bersama Presiden AS John F. Kennedy, terutama karena hubungan yang kurang baik antara kedua negara di era 1960-an.

Misil ditemukan

Krisis misil Kuba diawal pada tanggal 15 Oktober 1962, saat terjadinya Perang Dingin, ketika itu pesawat mata-mata Amerika mengambil gambar-gambar misil balistik, yang ternyata adalah milik Uni Soviet sedang dipasang di Kuba. Misil-misil itu didesain untuk membawa nuklir, yang punya kemampuan menghancurkan target dimanapun di wilayah AS dan Kanada.

Presiden John F. Kennedy bersama para staf penasehat secara diam-diam mendiskusikan tentang apa yang harus dilakukan atas ancaman tak terduga ini. Setelah menolak panggilan dari pihak militer untuk melancarkan serangan udara menyerang lokasi misil, Kennedy akhirnya mengirimkan blokade laut secara langsung. Dia kemudian mengumumkan krisis serta blokade tersebut dalam siaran televisi pada tanggal 22 Oktober, mengancam akan melakukan serangan jika lokasi misil-misil tersebut tidak dibubarkan.

Krisis tersebut berlangsung hingga 13 hari, yang mana pada waktu-waktu tersebut dua negara superpower nuklir dunia berada dalam situasi genting menuju perang nuklir, yang akhirnya dapat diredakan oleh bantuan diplomat PBB. 28 Oktober, PM Rusia, Nikita Khrushcvhev bersedia membongkar dan memindahkan misil-misil Soviet itu, dan sebaliknya, Kennedy berjanji tidak akan menginvasi Kuba.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel