Sinopsis Mika Model, resensi novel lengkap

Sinopsis Mika Model, resensi novel karya Paoo bacigalupi lengkap

Sinopsis Mika Model, resensi novel lengkap

Mika Model, adalah film bergenre sci-fi yang diproduseri oleh Shawn Levy untuk Netflix selaku perusahaan produksi dan yang akan mendistribusikannya, dan masih dalam tahap awal pembicaraan sehingga belum ada sutradara, pemain utama dan penulis skenario yang akan meneruskan judul ini. Merupakan sebuah kisah yang diangkat dari cerpen karya Paolo Bacigalupi.


Sinopsis film Mika Model akan bercerita tentang mendadak hilangnya seorang anak, dan untuk itu ibunya harus berhadapan dengan barisan tentara berperilaku paling buruk untuk berusaha mendapatkan anaknya kembali lagi.Anehnya kisah yang akan dibawa film berbeda dengan apa yang tertulis di novel.

Resensi cerpen Mika Model karya Paolo Bacigalupi kira-kira seperti berikut ini

Wanita yang berjalan ke kantor polisi itu terlihat seperti tidak asing, namun aku harus berpikir lagi sebenarnya siapa dia. Mungkin dia seseorang yang telah melakukan operasi plastik agar terlihat seperti orang terkenal. Cantik. Seksi. Rambut hitam dan kulit pucat dengan mata gelap datang mendekatiku, ketika Sersan Cruz menunjuk wanita itu ke arahku.

Dia datang, membawa sebuah tas belanja. Dia menggunakan blus warna krem dan rok.

"Detektif Rivera?"
"Ya, saya sendiri".

Dia langsung duduk dan menyilangkan kakinya, sebuah gaya menggoda. Tersenyum. Senyuman yang lebih memastikan godaan itu.

"Kamu adalah model Mika."

Dia membalas dengan menundukkan kepala "Panggil saya Mika."

Wanita itu adalah...robot.

Robot itu mengakui telah melakukan tindak kriminal, telah melakukan pembunuhan. Sersan Rivera berpikir, jika saat robot melakukan pembunuhan, apakah itu termasuk kriminal? ataukah kesalahan produk?

Siapa yang dibunuh Mika?

Mika adalah robot pemuas yang diciptakan untuk gairah seksual yang mengaku telah membunuh pemiliknya. Sementara itu detektif Rivera mendapati dirinya harus berhadapan dengan dilema : model Mika, sebuah robot sex yang berkelakuan lebih baik dari layanan manusia telah mendatangi kantor mereka untuk meminta bantuan pengacara. Namun tindakannya itu, apakah masuk dalam peraturan pidana manusia? Meski wanita itu merasa dan bersuara persis seperti manusia, apakah Mika punya kemungkinan untuk menjalani proses hukum?


"Sepertinya saya membutuhkan seorang pengacara"

"Pengacara?"

"Ya tolong ya." kata wanita itu sedikit malu. "Itu juga jika tidak merepotkanmu pak."

Cara wanita robot itu mengatakan "Pak" membuat fantasiku semakin tidak menentu. Aku melihat sekeliling, wajahku terasa panas, Uhh..aku merasa jadi seperti remaja belasan tahun di depan wanita ini.

Dia hanya software, itu hanya hasil desain yang membuatnya bisa seperti itu.

Ya itulah faktanya. Dia hanya seonggok chipset dan silicon serta sejumlah keputusan digital yang tersusun secara simultan. Dilengkapi dengan teknologi canggih untuk melakukan tindakan. Bahkan saat ini dia mulai mempelajari denyut dan detak jantungku serta kedipan mataku, bahkan dia telah memindai ekspresi wajahku. Semuanya bisa dilakukannya hanya dalam hitungan milidetik, dan bisa menyesuaikan tindakannya sejalan dengan itu. Model otak Mika telah sangat sempurna.

Dan tidak hanya Mika yang melakukan seperti yang saat ini terhadapku. Semua model Mika seperti itu, telah tersebar di seluruh dunia, dan mereka mempelajari lewat deteksi, mampu menemukan jawaban untuk semua permintaah pemilik mereka. Belasan ribu jumlah mereka saat ini, dan mereka meng upload pengetahuan mereka secara konstan lewat jaringan nirkabel, sehingga mereka terus mendapatkan update sofware dan sikap mereka setiap saat.

"Apa yang kamu lakukan sehingga butuh seorang pengacara?" tanyaku sambil tersenyum.

Dia langsung mempelajari diriku.

"Masalahnya sedikit pribadi."

Dia sambil bergerak, blusnya semakin terlihat mengetat di bagian tubuhnya.

"Apakah pemilikmu mengetahui kamu kesini?"

"Tidak"


"Aku telah menjadi seorang gadis yang nakal", dia berbisik.

"Aku pikir aku mesti dihukum"

***

"Bisakah aku dapatkan pengacara sekarang?" tanya Mika.

Dia yang duduk tepat disebelahku, terus memperhatikanku dengan matanya yang gelap saat berkendara di gelapnya malam itu.

Untuk ini aku tidak punya alasan untuk dimengerti, aku membiarkannya duduk di jok depan. Aku sebenarnya bukan takut dengan wanita ini, tidak secara fisik. Namun aku masih heran dengan sikapnya yang membuatku seperti merasa percaya dengan dia, meski dia menunjukkan sebuah kepala seorang pria di dalam tas belanjanya.

Apapun alasannya saat ini, aku telah bersamanya saat ini, bersama berangkat menuju tempat kejadian pembunuhan itu. AKu telah melanggar begitu banyak aturan main kedetektifan. Dan saat ini dia sedang bersamaku di dalam mobil, aku menyadari telah membuat kesalahan lain lagi. Bukan karena alasan keamanan, tetapi karena berduaan dengannya dengan wanita ini sudah merasa keintiman lewat aliran kelistrikan di dalam tubuh robotnya.

"Aku kira aku bisa mendapat seorang pengacara ketika aku melakukan sesuatu yang buruk," kata Mika. "Tapi tentunya aku lebih senang jika kamu bisa mengajariku."

Nah kembali lagi. Ini adalah godaan tidak beralasan. Ketika dia melakukan itu, dia hanya sebuah robot. Dia mungkin punya kulit yang sangat nyata dan ada darah yang nyata yang mengalir diantara nadinya, namun jauh di dalam tubuhnya dan batok kepalanya ada sebuah CPU yang mengendalikan semua keputusan. Semuanya sepertinya bekerja sama untuk mengelabuiku, membuat pembunuhan itu seperti sebuah permainan.

"Robot tidak mendapat pengacara."

Dia sangat kecewa, mirip seperti jika saja aku menamparnya.

(Dia tidak punya perasaan) aku meyakinkan diri lagi.

Namun lagi-lagi, dia terlihat sangat depresi. Seperti jika saja aku mengatakan bahwa dirinya adalah sampah. Dia merasa sangat terluka. Dan saat ini, bukan lagi seksi, tetapi dia justru terlihat patah hati dan sangat malu.

Sikapnya ini mengingatkanku akan seorang gadis yang aku pacari beberapa tahun lalu. Dia sangat manis dan pendiam untuk satu waktu, dan dia membutuhkanku. Membutuhkan seseorang sebagai tempat menceritakan masalahnya. Sekarang, melihat Mika, aku merasakan hal yang sama. Dia hanya seorang gadis yang ingin diceritakan masalahnya. Seorang gadis yang ingin sandaran - dan yang memalukannya, dia adalah sebuah robot.

Tetapi, lagi-lagi aku tidak bisa membedakannya lagi.

Aku tidak bisa menghilangkan perasaan bersalah, Mika sedang mengalami buntu di dalam mobil polisiku. Dia berkata dengan hati-hati "Apakah itu berarti kamu tidak menuntutku dengan kasus pembunuhan?"

Sikapnya mulai biasa lagi. Dia lebih tenang. Dan dia terlihat memang lebih pintar. Ya Tuhan, aku merasakan bagaimana software di dalam otaknya telah membaca respon yang akan aku berikan. Aku berusaha menunjukkan teknik lagi untuk menyesuaikan koneksi dirinya denganku. Sekarang dia tidak lagi berusaha menggoda. Aku merasa lebih nyaman.

"Semua itu bukan tergantung keputusanku", kataku melanjutkan.

"Tetapi aku telah membunuhnya", ungkapnya. dengan tenang "Aku telah membunuhnya."

Aku tidak mengulang lagi. Aku belum bisa yakin kalau tindakannya termasuk kasus pembunuhan. Apakah menjadi pembunuhan jika sebuah oven yang korslet membakar sebuah rumah? Mungkin saja dia tidak melakukan itu semua. Mungkin saja perusahaannya Pleasure Inc. yang memberikan tas itu kepadanya. Duh, mobil kepolisian yang aku kendarai ini terprogram dengan fasilitas lengkap, tetapi tidak akan bisa dituntut karena membawa pergi seseorang.

"Kamu pasti berpikir bahwa aku tidak nyata", katanya mendadak.

"Tentu aku percaya"

"Tidak. Kamu berpikir kalau aku hanya sebuah software."

"Kamu hanya software." Mata coklat itu terlihat sangat menderita setelah aku mengatakannya, namun aku melembut kembali "Kamu adalah model Mika. Kamu mendapatkan perintah baru yang diunduh setiap malam."

"Saya tidak memiliki perintah. Saya belajar. Kamu belajar juga. Kamu belajar mengetahui orang lain. Mengetahui bagaimana mereka berbohong, benar kan? Dan kamu juga belajar menjadi seorang detektif, untuk mengerti kriminal? Bukankah kamu bisa lebih baik dalam pekerjaanmu jika mengetahui bagaimana cara kerja ribuan detektif lain? Apa saja kesalahan yang mereka lakukan? Apa yang membuat mereka lebih baik? Kamu juga belajar dengan pergi ke sekolah detektif.

"Saya ujian."

"Nah, benar bukan? sekarang saya sudah belajar hal baru. Bukankah apa yang saya pelajari itu membuatku kurang nyata? bagaimana denganmu?"

"Itu kasus yang berbeda. Kamu punya kepribadian yang ditanamkan di dalam tubuhmu!"

"Sistem dalam protokol saya? Kamu juga punya, kode-kode yang masuk dalam tubuhmu lewat DNA orang tua kamu. Tetapi kamu kemudian mulai belajar dan mulai mendapatkan pengalaman. Semua masa kecilmu dan terus berkembang hingga kamu mulai berubah. Semua hidup kamu. Detektif Rivera.

****
Hingga kami bertemu dengan Holly...

"Kamu membunuhnya!"

"Tidak, aku hanya mematikan CPU nya," kata Holly dengan bernafas berat. "Ini adalah langkah terbaik. Jika mereka mulai membingungkan. Percayalah, Mereka terlihat baik saat mulai memasuki aliran di kepalamu"

"Kamu tidak boleh membunuh orang lain di depanku!"

"Aku sudah katakan tadi, itu bukan pembunuhan. Itu adalah menonaktifkan perangkat keras."


COMMENTS

Name

aksi,338,artist,28,box-office,27,drama,897,fiksi,161,horor,296,indonesia,34,komedi,266,movie,2,news,964,Slider,13,sport,1,thriller,259,
ltr
item
Referensi Film: Sinopsis Mika Model, resensi novel lengkap
Sinopsis Mika Model, resensi novel lengkap
Sinopsis Mika Model, resensi novel karya Paoo bacigalupi lengkap
https://3.bp.blogspot.com/-OIJA313ZFC0/V162HTFExsI/AAAAAAAAaDA/HO5ysczqf-Mw7KscVGSlFr-h71VQWYamwCLcB/s400/Untitled-7%2Bcopy.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-OIJA313ZFC0/V162HTFExsI/AAAAAAAAaDA/HO5ysczqf-Mw7KscVGSlFr-h71VQWYamwCLcB/s72-c/Untitled-7%2Bcopy.jpg
Referensi Film
http://www.filmbioskop.co.id/2016/06/sinopsis-mika-model-resensi-novel-karya-paolo-bacigalupi.html
http://www.filmbioskop.co.id/
http://www.filmbioskop.co.id/
http://www.filmbioskop.co.id/2016/06/sinopsis-mika-model-resensi-novel-karya-paolo-bacigalupi.html
true
782096678041358743
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy